CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Rabu, 25 November 2009

Bahkan Bangsa Maya Pun Muak Dengan Kiamat 2012

Dari mana asalnya gonjang-ganjing kiamat 2012 bermula? Seperti yang diberitakan selama ini, akhir dunia versi 2012 diambil dari kalender bangsa Maya yang akan “habis” pada 21 Desember 2012.



Lantas bagaimana tanggapan dari bangsa Maya sendiri? Ternyata, mereka sendiri pun sudah muak, jengkel, dan geram dengan hal ini.

Pixtun Chili Apolinaro benar-benar bosan dibombardir dengan pertanyaan-pertanyaan seputar itu. Pixtun adalah seorang bangsa Maya. “Saya kembali dari Inggris tahun lalu, dan orang-orang terus bertanya, saya muak dengan hal ini!" geramnya.

Chili Pixtun, berasal dari Guatemala, mengatakan bahkan teori kiamat musim semi dari Barat, bukan berasal dari ide-ide bangsa Maya.

Jose Huchim, seorang arkeolog Maya Yucatan menyatakan, "Saya pergi ke beberapa komunitas berbahasa Maya dan meminta mereka menceritakan apa yang akan terjadi pada tahun 2012, mereka bilang, mereka tidak tahu. Bahwa dunia akan berakhir (di tahun 2012)? Mereka tidak percaya! Kami memiliki keprihatinan nyata pada apa yang terjadi hari ini, seperti hujan."

Stuart, seorang spesialis dalam epigrafi Maya di University of Texas di Austin juga mengeluarkan pendapat. "Bangsa Maya tidak pernah mengatakan dunia akan berakhir, mereka tidak pernah mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi dengan sendirinya."
Sebaliknya, Guillermo Bernal, seorang arkeolog di Universitas Otonom Nasional Meksiko mengatakan bahwa kiamat 2012 itu “sangat Kristen.” Menurut Bernal, itu bisa jadi karena masyarakat Barat selama ini merasa “lelah” dengan kehidupan mereka yang tanpa tujuan. Nah!
(sa/msnbc)

Read More......

Selasa, 24 November 2009

Kegembiraan Hati di Saat Bersyukur

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari topik "Mensyukuri Apa yang Ada"....

Setelah mendengar uraian kata – kata dari orang bijak, tentang “mensyukuri apa yang ada” si pemuda masih terlihat merasa ada sesuatu yang menggelayut dalam relung fikirannya. Hatinya membenarkan tentang apa – apa yang diungkapkan oleh orang bijak, namun fikirannya tetap kalut. Masih terbayang – terbayang bagaimana ia harus menutup kerugian yang akan dia derita, namun di sisi lain ia harus tetap bersyukur, namun demikian ia mencoba menekan kekalutan fikirannya.



Setelah agak lama terdiam si pemuda, mulai berkata lagi “Begini pak, beberapa saat yang lalu saya juga pernah mengikuti sebuah seminar yang membahas tentang pengaruh syukur dalam keberlimpahan, salah satu komponennya adalah bila kita ingin keinginan kita dicukupi, kita harus membiasakan diri untuk bersyukur. Ini berkaitan dengan hukum Law Of Attraction.”,

Mendengar ungkapan tersebut, orang bijak berkata, “Membiasakan diri untuk bersyukur, itu baik dan memang sudah seharusnya kita harus selalu bersyukur dan sebenarnya syukur itupun sesungguhnya anugerah. Namun demikian bila sikap syukurmu itu, dilandasi keinginan untuk bisa tercapai segala keinginanmu, jangan – jangan sikap syukurmu itu palsu…., hanya berpura – pura syukur…., bahkan yang lebih tragis lagi, kamu malah mendikte gusti Allah.”

Mendengar kata – kata orang bijak tersebut, si pemuda jadi tambah bingung lagi. Satu sisi fikirannya masih terbayang kerugian yang ia akan derita, disisi lain ia mendapat pemahaman yang baru dari orang bijak tersebut.

Setelah beberapa lama, orang bijak melanjutkan pembicaraannya,

“Begini, seumpama saya mempunyai tiga orang anak asuh, yang kebetulan usianya relatif sama. Suatu saat saya memberikan kepada tiga anak tersebut, masing – masing satu buah sepeda motor. Sepeda motor tersebut jenis dan harganyapun semua sama. Bagaimana perasaan di hati ketiga anak tersebut ?.


Anak pertama, begitu bergembira atas pemberian sepeda motor tersebut. Kegembiraanya karena dengan mempunyai sepeda motor ia bisa jalan – jalan kemana ia suka. Perasaan gembira dalam hati anak ini, lebih disebabkan karena ia memperoleh sepeda motor semata tanpa melihat ungkapan kasih sayang dari saya, jadi seandainya di tengah jalan …. Ada orang yang memberi ia sepeda motorpun, sikap kegembiraannya akan sama dengan yang memberi sepeda motor dari saya. Jadi intinya ia lebih melihat kenikmatan sepeda motor tersebut, tanpa membedakan dari mana sepeda motor itu ia dapat. Dalam hati kecilnyapun ia akan berupaya apapun, demi mendapatkan kenikmatan sepeda motor tanpa melihat dari mana pemberinya.

Anak Kedua, ia bergembira dengan sepeda motor tersebut. Kegembiraannya karena dengan adanya sepeda motor ia bisa lebih mudah menjalankan apa – apa yang mungkin saya inginkan. Iapun lebih senang karena yang memberikan sepeda motor tersebut bukan orang lain, namun saya. Jadi, seandainya di tengah jalan ada orang yang memberikan ia sepeda motor kegembiraanya, jauh – jauh dibawah dibanding bila yang memberikan sepeda motor tersebut adalah saya. Dalam hati kecilnyapun ia akan berupaya menggunakan sepeda motor tersebut, sepanjang sesuai dengan kehendak saya, dan tak akan menggunakan bila dilarang saya.

Anak ketiga, ia bergembira dengan sepeda motor tersebut, namun kegembiraanya semata – mata karena sifat kerendahan hatinya. Dalam hatinya ternyata ia tidak benar – benar menginginkan sepeda motor tersebut. Bahkan seandainya sepeda motor itu tidak saya berikan, hatinyapun akan tetap bergembira sepanjang ia dekat dengan saya. Ia ingin selalu menyenangkan hati saya, mematuhi segala apa yang saya suruh dan menghindari segala larangan saya. Sepeda motor yang ia terima, hanya benar-benar sebagai sarana agar ia bisa lebih dekat, lebih mematuhi saya.”


Agak lama, si pemuda mencerna kata – kata dari orang bijak tersebut. Fikirannya masih agak rancu membedakan karakter anak pertama, anak kedua dan anak ketiga.

Belum selesai ia mencerna kata – kata orang bijak. Orang bijakpun berkata lagi,


Anak pertama, sesungguhnya ia tidak masuk kategori bersyukur...karena kegembiraannya hanya berorientasi kepada kenikmatan materi belaka, tidak kepada pemberi kenikmatan. Anak kedua sudah masuk kategori bersyukur, namun syukurnya ia karena berharap balasan dariku dan karena takut kepadaku. Sedangkan anak ketiga adalah yang paling utama, karena rasa syukurnya karena kecintaannya untuk mendekatiku.”


Si pemudapun, lagi – lagi masih termenung terdiam diri. Fikirannya membumbung ke awan tinggi, sementara tenggorokannya mulai terasa kering, namun ia belum menyadari bahwa didepannya sudah terhidang segelas es teh manis yang siap diminum.


Read More......

Tersesat Di Syurga.....


Seorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca Al-Qur’an, berkorban untuk orang lain dan kelak harapan satu satunya adalah masuk syurga dengan tumpukan amalnya.




Bahkan sang pemuda tadi malah punya catatan amal baiknya selama ini dalam buku hariannya, dari hari ke hari.

“Saya kira sudah cukup bagus apa yang saya lakukan Tuan…”

“Apa yang sudah anda lakukan?”

“Amal ibadah bekal bagi syurga saya nanti…”

“Kapan anda menciptakan amal ibadah, kok anda merasa punya?”

Pemuda itu diam…lalu berkata,

“Bukankah semua itu hasil jerih payah saya sesuai dengan perintah dan larangan Allah?”

“Siapa yang menggerakkan jerih payah dan usahamu itu?”

“Saya sendiri…hmmm….”

“Jadi kamu mau masuk syurga sendiri dengan amal-amalmu itu?”

“Jelas dong tuan…”

“Saya nggak jamin kamu bisa masuk ke syurga. Kalau toh masuk kamu malah akan
tersesat disana…”

Pemuda itu terkejut bukan main atas ungkapan Sang Sufi. Pemuda itu antara marah dan diam, ingin sekali menampar muka sang sufi.

“Mana mungkin di syurga ada yang tersesat. Jangan-jangan tuan ini ikut aliran sesat…” kata pemuda itu menuding Sang Sufi.

“Kamu benar. Tapi sesat bagi syetan, petunjuk bagi saya….”

“Toloong diperjelas…”

“Begini saja, seluruh amalmu itu seandainya ditolak oleh Allah bagaimana?”

“Lho kenapa?”

“Siapa tahu anda tidak ikhlas dalam menjalankan amal anda?”

“Saya ikhlas kok, sungguh ikhlas. Bahkan setiap keikhlasan saya masih saya ingat semua…”


“Nah, mana mungkin ada orang yang ikhlas, kalau masih mengingat-ingat amal baiknya ? Mana mungkin anda ikhlas kalau anda masih mengandalkan amal ibadah anda ?
Mana mungkin anda ikhlas kalau anda sudah merasa puas dengan amal anda sekarang ini ?”


Pemuda itu duduk lunglai seperti mengalami anti klimaks, pikirannya melayang membayang bagaimana soal tersesat di syurga, soal amal yang tidak diterima, soal ikhlas dan tidak ikhlas.

Dalam kondisi setengah frustrasi, Sang sufi menepuk pundaknya.


“Hai anak muda. Jangan kecewa, jangan putus asa. Kamu cukup istighfar saja. Kalau kamu berambisi masuk syurga itu baik pula. Tapi, kalau kamu tidak bertemu dengan Sang Tuan Pemilik dan Pencipta syurga bagaimana? Kan sama dengan orang masuk rumah orang, lalu anda tidak berjumpa dengan tuan rumah, apakah anda seperti orang linglung atau orang yang bahagia ?”


“Saya harus bagaimana tuan…”


“Mulailah menuju Sang Pencipta syurga, maka seluruh nikmatnya akan diberikan kepadamu. Amalmu bukan tiket ke syurga. Tapi ikhlasmu dalam beramal merupakan wadah bagi ridlo dan rahmat-Nya, yang menarik dirimu masuk ke dalamnya…”
Pemuda itu semakin bengong antara tahu dan tidak.

“Begini saja, anak muda. Mana mungkin syurga tanpa Allah, mana mungkin neraka
bersama Allah?”

Pemuda itu tetap saja bengong. Mulutnya melongo seperti kerbau.

sumber : sufinews

Read More......

MENIKMATI SEBUAH PROSES


Sebutir padi akan mempunyai nilai yang tinggi, dikala padi itu menjadi bagian dari daging manusia, dan daging manusia dipergunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebelum padi itu, menjadi bagian dari daging manusia, lihatlah perjalanan panjang yang harus ia tempuh.




Setelah padi diambil dari tanamannya, iapun melalui proses penyaringan, hanya yang berbiji utuh yang akan melanjutkan perjalanan ke jenjang berikutnya. Setelah lolos dari tahap penyaringan, iapun harus rela untuk dijemur di panas terik matahari. Setelah pengeringan iapun harus rela dirinya untuk digiling dalam sebuah mesin penggilingan padi, hingga hanya tersisa butiran beras.

Proses penggilingan inipun, tidak semua lolos karena ada yang hancur dan ada yang tetap utuh berujud butiran beras, dan hanya yang berujud butiran beras yang akan melakukan proses ke tahap lebih lanjut. Setelah lolos dari tahap ini, perjalananpun masih panjang. Sebutir beras harus disaring lagi, dicuci lagi, dan hanya yang benar – benar utuh yang akan diambil.

Kemudian lihat yang terjadi, setelah butiran beras bersih...iapun harus rela dipanaskan dalam suhu tertentu untuk menjadi nasi. Setelah menjadi nasi apakah berhenti ?? tidak... Saat nasi dimakan manusia, iapun harus rela dikunyah berkali – kali oleh gigi manusia. Kemudian nasi itupun masuk untuk dicerna dalam proses pencernaan berikutnya, baru setelah itu ia bisa menjadi bagian dari daging manusia.

Jalaluddin Rumi, dengan redaksi yang sedikit berbeda membuat analogi tentang kacang polong yang sedang direbus untuk hidangan. Awalnya kacang polong mengeluh rasa sakit dan menginginkan terbebas dari kondisi tersebut secepatnya.

Ketika dia tersadar kalau hanya melalui perebusan dia bisa dimakan oleh manusia dan menjadi bagian dari spesies yang lebih tinggi, yang akhirnya memenuhi...takdirnya..., akhirnya, dia menyadari bahwa pembebasannya ada setelah perebusan tersebut. Menyadari bahwa perebusan mengarah pada pertumbuhan dan akhirnya pembebasan, dia berkata..”rebus lagi aku...aku tak bisa merebus diriku sendiri..”

Demikianlah, kesulitan dalam hidup, sebenarnya merupakan proses pertumbuhan hidup sendiri, karena dengan kesulitan derajat kita sebenarnya ditingkatkan. Dengan sikap sabar dan syukur, maka segala kesulitan hidup selalu ada jalan keluarnya.

Wallahu a’lam.


Dikutip dr: blognya "kangtris"

Read More......

Mensyukuri Apa Yang Ada


Suatu hari datanglah seorang pemuda kepada seorang bijak, dandanannya rapi dan elegan. Sekilas terlihat ia seperti kaum executive muda. Setelah masuk ke rumah iapun berbicara dengan tenang dan tertata. Setelah berbasa-basi sebentar iapun mulai mengutarakan maksud sebenarnya ia datang ke orang bijak tersebut.




”Bisnis yang saja jalani bertahun-tahun, tiba-tiba akan ambruk dalam waktu beberapa bulan ini pak ?” cerita si pemuda.

”Kenapa ?”

”Banyak faktor, penyebabnya namun secara umum terjadi salah manajemen.” jawab singkat si pemuda.

”Dandanan masih perlente gini, penampilan tenang...wah..wah...”, celoteh orang bijak.

”Jangan begitu pak.....di tengah arah kebangkrutan ini, saya mulai membenahi semua divisi perusahaan saya, namun sampai dengan saat ini belum ada tanda – tanda yang signifikan untuk merubah keadaan.” si pemuda mulai bercerita.

”Berapa kira – kira kerugian kamu, bila perusahaanmu gulung tikar ?” balik orang bijak bertanya.

”Kira – kira kurang lebih lima milyar pak, ini sudah saya hitung semua asset saya yang ada saya jual.”, jawab si pemuda.


”Begini...kamu bilang semua asset yang kamu jual tidak bisa menutup semua kerugian yang menimpamu, bahkan masih defisit lima milyar ? tanya orang bijak.

”Betul pak.” jawab si pemuda.

”Sekarang mari kita lihat, seandainya kamu punya mata saya tukar dengan satu milyar kamu mau tidak ?” tanya orang bijak.

”Ah...yang benar saja pak, ya tidak akan mau pak.” jawab si pemuda.

”Baik...kalo tangan kamu saya tukar dihargai satu milyar ?” tanya orang bijak.

”Jelas saja, ga pak.” jawab si pemuda.

”Oke...sekarang kalo gini, kamu lihat orang gila ....., seandainya otak kamu saya tukar dengan sepuluh milyar, kamu mau ?” tanya orang bijak.

Mendengar pertanyaan tersebut, si pemuda mulai mengetahui arah pertanyaan orang bijak.

”Jelas saja, saya tidak mau pak. Kalau boleh saya simpulkan berarti dalam diri saya masih bernilai lebih dari sepuluh milyar pak, jauh lebih tinggi dari kerugian yang kemungkinan saya derita.” jawab si pemuda.

”Ya..., kamu bilang semua asset kamu jual tidak bisa menutupi semua kerugianmu, padahal Allah jelas – jelas memberimu begitu banyak, namun penglihatanmu seolah buta. Orientasimu hanya materi dunia semata, sedangkan nikmat yang begitu besar tidak bisa kamu lihat. Itulah mengapa dalam Al Qur’an Surat Saba : 13, Allah berfirman,”Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”” jawab orang bijak.


Mendengar jawaban orang bijak tersebut, pemuda itupun agak termenung sejenak, ia mulai memikirkan kata – kata terakhir yang terucap dari orang bijak tersebut. Dalam hati kecilnya iapun membenarkan yang dikatakannya. Ia menemukan kata kunciya, ”bersyukur...syukuri apa yang ada...”


Dikutip dari: www.kangtris.com

Read More......

Syukur Nikmat

Mensyukuri & Bersyukur Atas Berbagai Nikmat yang Telah Diberikan oleh Allah SWT
A. Pengertian dan Definisi Syukur Nikmat
Arti syukur adalah berterima kasih, dan nikmat adalah memiliki arti enak, sedap, lezat, karunia, anugrah, dsb. Keduanya sama-sama berasal dari bahasa arab. Syukur nikmat adalah berarti berterimakasih atas suatu anugerah atau pemberian. Dalam hal ini nikmat datang dari Tuhan YME yaitu Allah SWT




B. Macam / Jenis Nikmat
1. Nikmat Jasmani / Fisik
Nikmat fisik adalah suatu kenikmatan yang dirasakan oleh tubuh kita. Contohnya seperti nikmat sehat, nikmat makanan dan minuman, nikmat bersetubuh, nikmat angin sepoi-sepoi, dan lain-lain.

2. Nikmat Rohani / Mental
Nikmat rohani adalah nikmat yang dirasakan oleh roh atau jiwa kita. Contoh nikmat jiwa yakni nikmat ilmu pengetahuan, nikmat akal pikiran, nikmat perasaan, dan lain sebagainya.

C. Contoh Perilaku Bersyukur Kepada Tuhan Allah SWT
1. Bersyukur dengan Hati dan Perasaan
- Menghindari perilaku buruk yang dibenci manusia dan Allah SWT seperti kikir, ria, fasik, mungkar, keji, dendam, sombong, takabur, munafik, dan sebagainya.
- Selalu ingat kepada Allah SWT dan juga mengingat mati.
- Memiliki perasaan cinta kepada Allah SWT dan Rasulnya melebihi apapun juga.
- Mengejar kenikmatan akhirat untuk mesuk surga.

2. Beryukur dengan Mulut / Ucapan
- Terbiasa Membaca Al-Quran atau tadarus
- Menyebarkan dan mengajarkan ilmu yang dimiliki
- Selalu ingat Allah dengan berzikir di manapun dan kapanpun kita berada seperti tahlil, tahmid, istigfar, hauqalah, takbir, ta'awudz, dan lain sebagainya
- Senantiasa berdoa kepada Allah untuk mendoakan diri sendiri, keluarga, kerabat, musuh, dan lain sebagainya.

3. Bersyukur dengan Amal Perbuatan
- Melakukan ibadah sholat lima waktu
- Melaksanakan ibadah puasa wajib dan sunat
- Melaksanakan semua perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangannya
- Berperang dan berjihad di jalan Allah SWT
- Belajar dan mengajarkan ilmu yang telah didapat
- Tolong-menolong sesama manusia
- Melaksanakan ibadah zakat dan haji jika mampu dan memenuhi syarat

4. Bersyukur dengan Harta Benda
- Membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan finansial
- Menabung di bank syariah yang jauh dari praktek riba
- Membangun mushala, masjid, sekolah, jembatan, dan sebagainya
- Menyumbang dana untuk membiayai perang jihad
- Membuat rumah sakit umum
- Mendirikan panti asuhan dan panti jompo islam


Temuan Ilmiah Modern: Syukur Menambah Nikmat !

Ilmuwan meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih. Bersyukur, selain menyehatkan jiwa-raga, juga mendorong terjalin dan terbinanya persahabatan antar manusia

Sikap berterima kasih atau bersyukur mendorong terjalin dan terbinanya persahabatan antar manusia. Inilah kesimpulan S.B. Alqoe dkk. asal University of Virginia, Amerika Serikat (AS). Hasil penelitiannya dimuat di jurnal ilmiah Emotion, edisi Juni 2008 dengan judul "Beyond reciprocity: gratitude and relationships in everyday life" (Lebih dari sekedar hubungan timbal balik: sikap bersyukur dan persahabatan dalam hidup keseharian).

Dalam karya ilmiah itu para ilmuwan meneliti peran sikap bersyukur atau berterima kasih yang muncul secara alamiah dalam perkumpulan mahasiswa di perguruan tinggi selama acara "pekan pemberian hadiah" dari anggota lama kepada anggota baru. Para anggota baru mencatat tanggapan atas manfaat yang mereka dapatkan selama pekan tersebut.

Di akhir pekan itu, dan satu bulan kemudian, anggota lama dan anggota baru menilai keadaan persahabatan dan hubungan di antara mereka. Kesimpulannya, rasa terima kasih atas pemberian hadiah berpeluang memicu terbentuknya dan terpeliharanya persahabatan di antara mereka.

Aneka manfaat syukur

Selain jalinan persahabatan yang baik, sikap bersyukur kini terbukti secara ilmiah memicu pula aneka manfaat lain. Di antaranya manfaat kesehatan jasmani, ruhani dan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Tidak heran jika "gratitude research" atau "penelitian tentang sikap bersyukur" menjadi salah satu bidang yang banyak diteliti ilmuwan abad ke-21 ini.

Profesor psikologi asal University of California, Davis, AS, Robert Emmons, sekaligus pakar terkemuka di bidang penelitian "sikap bersyukur", telah memperlihatkan bahwa dengan setiap hari mencatat rasa syukur atas kebaikan yang diterima, orang menjadi lebih teratur berolah raga, lebih sedikit mengeluhkan gejala penyakit, dan merasa secara keseluruhan hidupnya lebih baik.

Dibandingkan dengan mereka yang suka berkeluh kesah setiap hari, orang yang mencatat daftar alasan yang membuat mereka berterima kasih juga merasa bersikap lebih menyayangi, memaafkan, gembira, bersemangat dan berpengharapan baik mengenai masa depan mereka. Di samping itu, keluarga dan rekan mereka melaporkan bahwa kalangan yang bersyukur tersebut tampak lebih bahagia dan lebih menyenangkan ketika bergaul.

Tak tersentuh sebelumnya

Dulu, sikap bersyukur atau berterima kasih sama sekali tidak terjamah dalam kajian ilmuwan psikologi tatkala profesor Emmons mulai mengkajinya di tahun 1998. Penelitian pertama prof Emmons melibatkan para mahasiswa kuliah psikologi kesehatan di universitasnya.

Saat itu sang profesor mewajibkan sebagian dari para mahasiswa tersebut untuk menuliskan lima hal yang menjadikan mereka bersyukur setiap hari. Sedangkan mahasiswa selebihnya diminta mencatat lima hal yang menjadikan mereka berkeluh kesah. Tiga pekan kemudian, mahasiswa yang bersyukur memberitahukan adanya peningkatan dalam hal kesehatan jiwa-raga dan semakin membaiknya hubungan kemasyarakatan dibandingkan rekan mereka yang suka menggerutu.

Di tahun-tahun berikutnya, profesor Emmons melakukan aneka penelitian yang melibatkan beragam kondisi manusia, termasuk pasien penerima organ cangkok, orang dewasa yang menderita penyakit otot-saraf dan murid kelas lima SD yang sehat. Di semua kelompok manusia ini, hasilnya sama: orang yang memiliki catatan harian tentang ungkapan rasa syukurnya mengalami perbaikan kualitas hidupnya.

Dampak latihan bersyukur

Melalui latihan, perasaan bersyukur dapat dibiasakan dalam diri seseorang. Pelatihan sengaja untuk menanamkan rasa syukur ini ternyata membawa dampak positif dalam beragam sisi kehidupan.

Dalam penelitian menggunakan metoda membandingkan, ditemukan bahwa mereka yang menuliskan rasa syukurnya setiap pekan mendapatkan manfaat jasmani-ruhani yang lebih baik dibandingkan mereka yang terbiasa mencatat peristiwa menjengkelkan dan kejadian yang biasa-biasa saja. Di antara manfaat ini adalah olah raga yang lebih teratur, lebih sedikit mengeluhkan gejala penyakit badan, merasa hidupnya secara keseluruhan lebih baik, dan berpengharapan lebih baik di minggu mendatang.

Manfaat lain sikap berterima kasih tampak pada keberhasilan dalam mewujudkan cita-cita. Dibandingkan dengan orang-orang yang bersikap sebaliknya, mereka yang senantiasa memiliki daftar ungkapan rasa syukur lebih cenderung mengalami kemajuan dalam pencapaian cita-cita mereka. Cita-cita ini dapat berupa prestasi akademis, hubungan antar-sesama dan kondisi kesehatan.

Penelitian lain dilakukan dengan melatih pembiasaan sikap bersyukur setiap hari pada diri sendiri. Kondisi positif seperti: waspada, bersemangat, tabah, penuh perhatian, dan daya hidup pada orang muda dewasa meningkat akibat pembiasaan sikap bersyukur. Perbaikan kondisi sebaik ini tidak dijumpai pada orang yang dilatih bersikap menggerutu atau pada orang yang menganggap dirinya lebih sejahtera dibanding orang lain.

Selain itu, mereka yang memiliki rasa syukur setiap hari lebih memiliki jiwa sosial yang lebih baik dibandingkan mereka yang suka berkeluh kesah dan suka menganggap orang lain kurang beruntung. Golongan yang pertama tersebut cenderung menolong seseorang yang memiliki masalah pribadi, atau telah membantu dukungan semangat kepada orang lain.

Pasien pun tak luput dari penelitian seputar sikap bersyukur ini. Dengan melibatkan sejumlah orang dewasa pengidap penyakit otot-saraf, pelatihan membiasakan sikap bersyukur berdampak baik pada pasien tersebut. Di antaranya adalah kualitas dan lama tidur yang lebih baik, lebih optimis dalam menilai kehidupan, lebih eratnya perasaan persahabatan dengan orang lain, serta suasana hati tenteram yang lebih sering dibandingkan dengan mereka yang tidak dilatih bersikap syukur.

Ketika syukur menjadi kebiasaan

Insan yang bersyukur menyatakan diri mereka merasakan tingginya perasaan positif, kepuasan hidup, semangat hidup, dan pengharapan baik di masa depan. Mereka juga mengalami kemurungan dan tekanan batin dengan kadar rendah.

Kalangan yang memiliki kebiasaan kuat dalam bersyukur atau berterima kasih memiliki kemampuan menyelami jiwa orang lain dan mengambil sudut pandang orang lain. Mereka ditengarai lebih dermawan dan lebih ringan tangan oleh orang-orang di jalinan persahabatan mereka.

Terdapat pula kaitan antara kerohanian seseorang dengan sikap bersyukur. Kecenderungan bersyukur lebih banyak dilakukan mereka yang secara teratur menghadiri acara keagamaan dan terlibat dalam kegiatan keagamaan seperti berdoa atau sembahyang dengan membaca bacaan relijius berkali-kali. Kaum yang bersyukur lebih cenderung mengakui keyakinan akan keterkaitan seluruh kehidupan, serta rasa ikatan dan tanggung jawab terhadap orang lain.

Pribadi-pribadi yang bersyukur dilaporkan memiliki sifat materialistis yang rendah. Mereka tidak begitu menaruh perhatian penting pada hal-hal yang bersifat materi. Mereka cenderung tidak menilai keberhasilan atau keberuntungan diri mereka sendiri dan orang lain dari jumlah harta benda yang mereka kumpulkan.

Dibandingkan dengan kaum yang kurang berterima kasih, kalangan yang bersyukur cenderung bukan berwatak pendengki terhadap kaum kaya, dan bersikap mudah memberikan apa yang mereka punya kepada orang lain.

Nikmat bertambah

Profesor Emmons menuangkan hasil-hasil temuan ilmiahnya itu dalam buku terkenalnya "Thanks! How the New Science of Gratitude Can Make You Happier" (Terima kasih! Bagaimana Ilmu Baru tentang Bersyukur Dapat Menjadikan Anda Lebih Bahagia) yang terbit tahun lalu. Buku ini memaparkan pula 10 kiat untuk menanamkan rasa syukur sepanjang tahun demi mendapatkan nikmat karunia yang bermanfaat dalam kehidupan.

Temuan ilmiah tentang syukur ini mengukuhkan risalah ilahiah bahwa syukur adalah akhlak mulia yang mesti ada dalam diri manusia. Sebab, syukur memicu bertambah nikmat hidup seseorang:

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (Al Quran, Ibrahim, 14:7). [emotion/cr/hidayatullah]

Read More......

Rabu, 22 April 2009

"HATI YANG CANTIK NAN SUCI"

(Oleh: Ambar Sari Setiadi)

Hati adalah segumpal darah,
Yang berkumpul menjadi suatu bentuk
Hati adalah sesuatu yang hidup dalam tubuh dan jiwa manusia
Hati itulah suatu anugrah yang terindah dalam hidup manusia
Dari yang Maha Pemberi (Al-Wahhab).




Dan hati pula yang menerangi iman manusia
Dalam memilih sikap untuk menentukan baik atau Tidaknya hidup manusia
Dan hati pulalah yang mengukur sifat manusia baik-buruknya
Dan hati itulah yang membuat kita hidup lebih baik dari pada,
Hidup tanpa hati.

Hati yang cantik nan suci adalah suatu keIkhlasan,
Keridhaan, ketawakalan dan ketaqwaan manusia,
Dalam membina hati yang murni.

Hati cantik nan suci adalah...
Dimana hati itu sudah didandani oleh jiwa dan,
Ditata sedemikian rupa menjadi cantik nan anggun
Sama saja kita mendandani seorang model,
Untuk pemotretan suatu majalah
Di make-up secantik mungkin dibuat seperfect mungkin,
Agar terlihat cantik dan anggun.

Tapi, cantik dan anggun dalam hati suci ini,
Sangat bertahan lama,
Tidak seperti si model majalah,
Hanya cantik sesaat, dan cepat pudar dan basi.

Hati cantik nan suci adalah dibuat oleh nur cahaya lllahi,
Nur Allah (An-Nur) yang membuatnya,
Sehingga kecantikan hati itu menembus Jiwa,
Sampai keseluruh tubuh menjadi cantik secara keseluruhan.

Dan memancarkan aura yang dasyat, menyelaraskan ruh
Menuju Kemuliaan, Subbahanaallah.
Cantik itulah atas kehendak yang Maha suci (Al-Quddus)

Inginkah kamu cantik yang disebabkan,
Dibuat oleh hati suci buatan Allah ‘Al Haq Azza Wa Jalla’!!??
Atau cantik yang disebabkan oleh bubuk make up,
Buatan manusia!!???
Hati yang cantik nan suci, jelas bertahan lama dan indah
Cantik Make-up, Jelas pula tidak bertahan lama,
Dan tidak indah hanya kiasan belaka

Mana yang kamu pilih..!!??
Itu terserah dari jiwamu, hatimu,
Untuk memilih mana yang terbaik buat hidupmu
Kelak hidupmu akan diperhitungkan di hari akhir
Hari dimana kecantikan hatimu dipertanyakan
Dan dipertimbangkan amal kebaikan hatimu selama hidup..

Allah berfirman dalam Al-Quran: “Hai jiwa yang tenang,
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi
diridhai-Nya (Q.s. Al fajr 89:27-28).
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian,
kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (Q.s. Al’Ankabuut 29:57).
“Dialah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila
Dia memutuskan suatu urusan, maka DIA hanya berkata padanya” Jadilah”,
maka Jadilah ia” (Q.s. Al-Mu’min 40:68).

Nabi Saw Bersabda: “Dalam diri adam ada segumpal daging.
Bila ia baik, akan baiklah seluruh jasadnya dan
bila ia buruk akan buruklah seluruh jasadnya.
Ingat Ia adalah Hati.”

“Sesungguhnya hati itu bisa berkarat, dan sungguh
penggosoknya adalah membaca AL-Quran.
Mengingat maut, dan menghadiri majelis-majelis Dzikir”

Jika Nurani telah bersih maka akan merembet kepada Hati,
nafsu, anggota badan, makanan, pakaian dan merembet kepada seluruh keadaanmu. Pertama yang diperbaiki adalah rumah bagian dalam (Hati).
Setelah sempurna barulah membangun pintunya (jiwa)

Peacefully & Lovingly...
Wasalam
Ambar Setiadi (13/01/2007)

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Read More......